Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Saturday, August 6, 2011

Cinta Lingkungan? Jangan merokok


Bahan pencemar udara yang dikeluarkan rokok ternyata sepuluh kali lebih besar dibanding yang dikeluarkan mesin diesel, demikian hasil penelitian di Italia.

Para ilmuwan membandingkan jumlah bahan-bahan yang dikandung dalam asap mesin mobil berbahan bakar diesel dengan asap rokok. Hasilnya, tiga batang rokok yang mengepul ternyata menghasilkan peningkatan partikel di udara sepuluh kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan asap mesin yang menyala.

"Ini sangat mengejutkan karena kami tidak mengira perbedaan patikel yang dihasilkan bisa begitu besar," kata Giovanni Invernizzi dari unit Pengendalian Tembakau, Institut Kanker Nasional Italia di Milan, yang memimpin penyelidikan.

Sementara Ivan Vince, ahli polusi udara dari Ask Consultants di London, mengatakan temuan itu masuk akal. Ia menyebutkan bahwa rokok mengeluarkan lebih banyak partikel dibanding mesin berbahan bakar diesel rendah belerang.

Adapun Invernizzi dan rekan-rekannya melakukan percobaan di sebuah garasi di kota kecil Chiavenna, dekat Alpin. Mereka menggunakan mobil Ford Mondeo turbo diesel tahun 2002 bermesin 2 liter dan telah dipakai selama enam bulan. Mobil itu dibiarkan menyaladalam garasi tertutup selama 30 menit dimana alat penganalisa akan mengambil contoh udara tiap dua menit.

Garasi kemudian dibuka dan dibersihkan dari asap selama empat jam. Kemudian pintunya ditutup lagi dan tiga batang rokok dinyalakan bergantian selama total 30 menit.

Selanjutnya para ilmuwan melakukan pengukuran dan alat penganalisa menunjukkan adanya partikel pencemar sepuluh kali lebih banyak dari asap rokok dibanding asap mesin diesel. Bahkan tingkat polusi partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan jauh lebih banyak.

"Partikel-partikel kecil yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer dari asap rokok itu bisa masuk ke alveoli paru-paru dimana ia bisa menimbulkan kerusakan parah," kata Vince.

"Kebanyakan bahan kimia yang dikeluarkan asap rokok merupakan bahan-bahan yang merusakkan lingkungan. Aldehyd misalnya merusakkan tanaman, mata dan saluran pernafasan," lanjutnya. "Sedangkan nitric oksida adalah biang keladi terbentuknya lapisan ozon."

Invernizzi berharap hasil penelitian ini menjadi senjata baru untuk memerangi rokok. "Ironisnya saat ini banyak orang berkempanye menentang polusi dengan rokok menggantung di bibirnya. Padahal asap rokok mereka
berbahaya pula bagi lingkungan." (newscientist.com/wsn)




Yoo.. Yoo..
Heyoo.. STOP SMOKING NOW !

Friday, August 5, 2011

Kurang Jalan kaki, Otak dapat Mengecil

Kurang Jalan kaki, Otak dapat Mengecil



Berjalan kaki sejauh enam mil atau 9,66 kilometer dalam satu pekan bisa menjadi solusi untuk mencegah penyusutan otak dan melawan demensia. Hal ini disampaikan sejumlah peneliti AS.
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 300 orang di Pittsburgh, AS, yang mencatat berapa jauh mereka berjalan kaki setiap pekan menunjukkan, mereka yang berjalan setidaknya enam mil atau 9,66 kilometer lebih sedikit mengalami penyusutan otak yang terkait usia daripada orang yang berjalan kurang dari itu.

"Penyusutan ukuran otak pada masa dewasa akhir dapat menyebabkan masalah pada daya ingat. Hasil penelitian kami seharusnya mendorong dirancangnya suatu latihan fisik yang baik bagi orang lanjut usia sebagai sebuah pendekatan yang menjanjikan untuk mencegah demensia dan penyakit alzheimer," kata Kirk Erickson dari Universitas Pittsburgh, AS, yang penelitiannya muncul di jurnal Neurologi.

Penyakit alzheimer, bentuk paling umum dari demensia, perlahan-lahan membunuh sel-sel otak. Kegiatan seperti berjalan kaki telah terbukti meningkatkan volume otak. Erickson dan rekan-rekannya melakukan penelitian untuk melihat apakah orang yang banyak berjalan kaki memiliki nilai tawar yang lebih baik untuk memerangi penyakit itu.

Mereka melakukan penelitian pada 299 sukarelawan yang bebas penyakit demensia dan mencatat secara rutin seberapa jauh mereka berjalan dalam satu pekan. Sembilan tahun kemudian, para peneliti itu mengambil foto otak dari setiap sukarelawan untuk mengukur volume otak mereka.

Setelah empat tahun lagi, mereka kembali melakukan pengujian untuk melihat, jika ada sukarelawan yang mengalami kerusakan kognitif atau menderita demensia.

Mereka menemukan, orang yang berjalan kaki kira-kira enam sampai sembilan mil atau 9,6 km-14,49 km dalam sepekan memiliki risiko terserang gangguan daya ingat 50 persen lebih rendah dari mereka yang berjalan kaki kurang dari itu dalam sepekan."Hasil penelitian kami sejalan dengan data yang menyebutkan bahwa kegiatan aerobik menginduksi sejumlah sel-sel kaskada yang dapat meningkatkan volume materi abu-abu," kata tim peneliti itu.

Mereka mengatakan, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai dampak latihan pada penderita demensia. Namun, dengan tidak adanya pengobatan efektif bagi alzheimer, berjalan kaki mungkin adalah satu hal yang dapat dilakukan untuk
membantu.

"Jika olahraga teratur bagi orang paruh baya dapat meningkatkan kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat dan berpikir di kemudian hari, maka itu cukup menjadi salah satu alasan untuk melakukan olahraga secara teratur pada setiap golongan usia, sebuah upaya peningkatan bagi kesehatan masyarakat," kata Erickson.

Saat ini tidak ada obat yang dapat menghentikan perkembangan penyakit alzheimer, yang mempengaruhi lebih dari 26 juta orang di dunia.